Pernah merasa tubuh sedang melakukan banyak aktivitas, tetapi pikiran justru berada di mana-mana? Kita mungkin sedang makan sambil melihat media sosial, belajar sambil membuka banyak aplikasi, atau beribadah tetapi pikiran masih memikirkan pekerjaan yang belum selesai.
Kebiasaan tersebut membuat kita mudah kehilangan fokus pada apa yang sedang dilakukan. Dalam perspektif Islam, kesadaran terhadap diri dan hubungan dengan Allah dapat dilatih melalui muraqabah, dzikir, dan tafakkur. Konsep-konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan apa yang saat ini sering disebut sebagai mindfulness dalam konteks Islam.
Lantas, bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, simak selengkapnya!
1. Membiasakan Diri Mengingat Allah melalui Dzikir
Salah satu cara sederhana untuk melatih kesadaran adalah memperbanyak dzikir. Ketika mengingat Allah, kita tidak hanya mengucapkan kalimat tertentu, tetapi juga berusaha menyadari bahwa kehidupan yang sedang dijalani berada dalam pengetahuan dan pengawasan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: Ayat 28)
Dzikir dapat dilakukan di sela-sela aktivitas, misalnya setelah salat, ketika berjalan, atau saat memiliki waktu luang. Dengan begitu, mengingat Allah tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi perlahan menjadi kebiasaan sehari-hari.
2. Melatih Muraqabah dalam Kehidupan Sehari-hari
Muraqabah dapat dipahami sebagai kesadaran bahwa Allah selalu mengetahui keadaan dan perbuatan kita. Kesadaran ini dapat membantu seseorang lebih berhati-hati dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Yaqeen Institute menjelaskan muraqabah sebagai kesadaran terus-menerus bahwa Allah mengetahui keadaan lahir maupun batin manusia.
Misalnya, ketika sedang sendirian dan ingin melakukan sesuatu yang tidak baik, kita dapat mengingat bahwa Allah tetap mengetahui apa yang dilakukan. Begitu pula ketika menghadapi masalah, kita dapat mengingat bahwa Allah mengetahui keadaan dan usaha yang sedang kita jalani.
3. Meluangkan Waktu untuk Tafakkur dan Introspeksi
Mindfulness Islami juga dapat dikaitkan dengan tafakkur, yaitu merenungkan sesuatu dengan lebih mendalam. Kita dapat meluangkan beberapa menit untuk berhenti sejenak dan memperhatikan apa yang telah dilakukan sepanjang hari.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:
“Dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
(QS. Al-Hasyr: Ayat 18)
Setelah menyelesaikan aktivitas, kita dapat bertanya kepada diri sendiri: Apa yang sudah dilakukan hari ini? Apakah ada perkataan yang perlu diperbaiki? Apa kebaikan yang bisa dipertahankan? Kebiasaan sederhana seperti ini dapat membantu kita lebih sadar terhadap perilaku sendiri.
4. Belajar Hadir dalam Aktivitas yang Sedang Dilakukan
Menerapkan mindfulness tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas khusus. Kita dapat memulainya dengan berusaha hadir dan fokus ketika melakukan sesuatu.
Saat makan, misalnya, cobalah berhenti sejenak dari ponsel dan menyadari makanan yang sedang dinikmati. Saat berbicara dengan orang lain, dengarkan dengan baik tanpa sibuk memikirkan hal lain. Begitu pula ketika salat, kita dapat berusaha memahami bacaan dan mengarahkan perhatian kepada Allah.
Kebiasaan tersebut membantu kita tidak menjalani aktivitas secara otomatis. Kita belajar untuk lebih sadar terhadap apa yang sedang dilakukan sekaligus mengingat tujuan hidup sebagai seorang Muslim.
Membiasakan Hidup Lebih Sadar bersama Nilai-Nilai Islam
Mindfulness Islami bukanlah istilah khusus dalam ibadah, tetapi dapat dipahami sebagai upaya melatih kesadaran diri dengan nilai-nilai Islam, seperti muraqabah, dzikir, tafakkur, dan perhatian dalam beribadah. Praktik tersebut dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu kita lebih sadar terhadap pikiran, tindakan, dan hubungan dengan Allah.
Jika ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an dan ilmu agama secara bertahap, kamu bisa meluangkan waktu untuk belajar sesuai dengan kebutuhan. SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar mengaji secara privat bersama pengajar dengan waktu yang fleksibel.
Yuk, terus belajar dan memperdalam Al-Qur’an bersama SyariHub!