Sobat SyariHub, pagi hari bisa menjadi waktu yang baik untuk menambah amalan sunnah. Salah satunya adalah sholat dhuha. sholat ini dilakukan setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal atau menjelang tengah hari.
Meskipun termasuk sholat sunnah, Rasulullah SAW memberikan beberapa penjelasan tentang keutamaan sholat dhuha. Bahkan, beliau pernah mewasiatkan sholat dhuha kepada Abu Hurairah RA. Yuk, simak 4 keutamaan sholat dhuha berikut ini!
1. Menjadi Sedekah bagi Setiap Persendian
Setiap manusia memiliki banyak persendian dan masing-masing memiliki kewajiban untuk bersedekah. Sedekah tersebut tidak selalu berupa harta. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran juga termasuk sedekah.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda bahwa dua rakaat sholat dhuha sudah mencukupi sedekah tersebut.
وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Dan dua rakaat yang dikerjakannya pada waktu dhuha sudah mencukupi semua itu.”
(HR. Muslim No. 720)
Hadis ini menunjukkan bahwa dua rakaat sholat dhuha memiliki keutamaan yang besar sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada tubuh.
2. Termasuk Amalan yang Diwasiatkan Rasulullah SAW
sholat dhuha juga termasuk salah satu amalan yang secara khusus diwasiatkan Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah RA.
Abu Hurairah RA berkata:
أَوْصَانِي خَلِيلِي صلى الله عليه وسلم بِثَلَاثٍ … وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى
“Kekasihku, Rasulullah SAW, mewasiatkan kepadaku tiga perkara, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.”
(HR. Muslim No. 721a)
Wasiat tersebut menunjukkan bahwa sholat dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dijaga.
3. Termasuk sholatnya Orang yang Kembali kepada Allah
sholat dhuha juga memiliki sebutan yang berkaitan dengan sifat awwabin, yaitu orang-orang yang kembali kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
صَلَاةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
“sholat orang-orang yang kembali kepada Allah dilakukan ketika anak-anak unta mulai kepanasan.”
(HR. Muslim No. 748a)
Hadis tersebut menjelaskan waktu yang lebih utama untuk melaksanakan sholat dhuha, yaitu ketika matahari sudah terasa panas. Dari sini, sholat dhuha juga dapat menjadi pengingat untuk kembali mengingat Allah di tengah aktivitas sehari-hari.
4. Dapat Dimulai dengan Dua Rakaat
Salah satu kemudahan dalam sholat dhuha adalah jumlah minimalnya dua rakaat. Hal ini dapat dilihat dari hadis Abu Hurairah RA yang menyebutkan wasiat Rasulullah SAW untuk mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.
Dengan demikian, seseorang tidak perlu menunggu memiliki banyak waktu untuk mengamalkannya. Dua rakaat dapat menjadi awal untuk membiasakan diri melaksanakan sholat sunnah di pagi hari.
Yang terpenting adalah berusaha mengamalkannya dengan konsisten sesuai kemampuan. Jika sudah terbiasa, seseorang dapat mempelajari lebih lanjut tata cara dan waktu pelaksanaan sholat dhuha sesuai tuntunan yang dijelaskan dalam ilmu fikih.
Membiasakan sholat Dhuha dalam Kehidupan Sehari-hari
sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dapat menjadi bagian dari rutinitas seorang Muslim. Dua rakaat sholat dhuha dapat menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah, termasuk amalan yang diwasiatkan Rasulullah SAW, serta sholat yang dikaitkan dengan orang-orang yang kembali kepada Allah.
Bagi kamu yang ingin semakin memahami tata cara sholat dan ibadah lainnya, belajar ilmu agama secara bertahap dapat membantu agar ibadah dilakukan dengan lebih baik. SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar Al-Qur’an dan ilmu agama secara privat dengan sistem satu murid dan satu guru. Jadwal dan materi belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga proses belajar terasa lebih fleksibel.
Yuk, terus belajar dan memperdalam ilmu agama bersama SyariHub!