​​7 Prinsip Parenting Islami dari Nasihat Luqman kepada Anaknya

parenting Islami

Mendidik anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu mereka tumbuh dengan iman, tanggung jawab, dan akhlak yang baik. Dalam Islam, salah satu teladan pendidikan anak dapat ditemukan dalam nasihat Luqman yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya QS. Luqman ayat 13–19.

Nasihat tersebut mengandung nilai-nilai penting yang masih relevan diterapkan oleh orang tua saat ini. Lantas, apa saja prinsip parenting Islami yang bisa dipelajari dari nasihat Luqman kepada anaknya? Berikut penjelasannya!

1. Bangun Komunikasi yang Hangat dengan Anak

Dalam QS. Luqman ayat 13, Luqman menyapa anaknya dengan panggilan penuh kasih sayang, yaitu yā bunayya yang berarti “wahai anakku tersayang”.

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

(QS. Luqman: 13)

Sapaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi orang tua untuk menyampaikan nasihat dengan kasih sayang. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat membangun komunikasi dengan mendengarkan cerita anak, menjelaskan aturan secara baik, dan mengoreksi kesalahan tanpa merendahkan.

2. Tanamkan Tauhid Sejak Dini

QS. Luqman ayat 13 menegaskan pentingnya mengajarkan tauhid, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Pendidikan agama dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti mengenalkan Allah sebagai Pencipta, mengajarkan doa, dan menjelaskan makna ibadah sesuai usia anak.

3. Ajarkan Rasa Syukur dan Menghormati Orang Tua

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 14:

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu.”

(QS. Luqman: 14)

Ayat ini mengajarkan pentingnya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada orang tua. Orang tua dapat menanamkan nilai tersebut dengan memberi teladan, membiasakan anak mengucapkan terima kasih, serta mengajarkan penghormatan kepada keluarga. Adapun QS. Luqman ayat 15 juga menjelaskan bahwa ketaatan kepada orang tua memiliki batas ketika mereka mengajak kepada kemusyrikan, tetapi anak tetap diperintahkan memperlakukan mereka dengan baik.

4. Kenalkan Tanggung Jawab atas Setiap Perbuatan

Dalam QS. Luqman ayat 16, Luqman menjelaskan bahwa perbuatan sekecil apa pun tetap diketahui oleh Allah.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“Wahai anakku! Sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.”

(QS. Luqman: 16)

Orang tua dapat menerapkannya dengan mengajarkan kejujuran, membiasakan anak mengakui kesalahan, dan membantu mereka memperbaiki akibat dari perbuatannya.

5. Biasakan Ibadah dan Kepedulian terhadap Kebaikan

QS. Luqman ayat 17 memuat nasihat untuk mendirikan salat, mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan bersabar. Nilai ini dapat diterapkan dengan membangun rutinitas ibadah keluarga serta mengajarkan anak peduli kepada orang lain melalui contoh nyata.

6. Latih Anak untuk Bersabar Menghadapi Kesulitan

Pada ayat yang sama, Luqman mengingatkan anaknya agar bersabar atas apa yang menimpanya. Orang tua dapat membantu anak memahami bahwa kegagalan dan kesulitan merupakan bagian dari kehidupan. Dampingi anak mengenali perasaannya, mencari solusi, dan berusaha kembali tanpa takut berlebihan terhadap kesalahan.

7. Tanamkan Kerendahan Hati dan Sopan Santun

QS. Luqman ayat 18–19 mengajarkan agar manusia tidak bersikap sombong, berjalan dengan sederhana, dan merendahkan suara.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

(QS. Luqman: 18)

Nilai ini dapat diajarkan melalui kebiasaan menghormati orang lain, berbicara dengan santun, tidak meremehkan teman, dan menjaga etika ketika berkomunikasi secara langsung maupun digital.

Menerapkan Parenting Islami dalam Kehidupan Keluarga

Nasihat Luqman menunjukkan bahwa pendidikan anak mencakup iman, ibadah, tanggung jawab, kesabaran, dan akhlak. Orang tua dapat mulai menerapkannya melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan disertai teladan.

Untuk memperdalam pemahaman keluarga terhadap Al-Qur’an, Sobat SyariHub juga dapat belajar mengaji bersama SyariHub. Pembelajaran privat dengan sistem satu murid dan satu guru memungkinkan materi disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari tahsin, tajwid, hingga tahfidz, dengan jadwal yang fleksibel.

Yuk, jadikan Al-Qur’an sebagai salah satu panduan dalam membangun kebiasaan baik dan mendampingi tumbuh kembang anak!

Tertarik belajar bersama SyariHub?

Mulai langkah berkahmu dan mengaji bersama SyariHub!

Syarihub merupakan platform mengaji online yang menyediakan layanan mengaji secara daring. Syarihub juga memberikan informasi mengenai Al-Qur'an dan hal-hal terkait islam melalui sosial media kami.

PRANALA
Tentang Kami
Belajar Mengaji Anak-Anak
Belajar Mengaji Dewasa
IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI
ALAMAT
Jl. Dharmawangsa, Surabaya
© SyariHub.com ngaji online privat