Makanan bukan hanya kebutuhan untuk menghilangkan rasa lapar. Apa yang kita konsumsi juga dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, Islam memberikan perhatian terhadap makanan, mulai dari kehalalan, kualitasnya, hingga cara kita mengonsumsinya.
Dalam Islam, pola makan yang baik tidak hanya berbicara tentang makanan tertentu yang dianggap sehat. Ada prinsip yang lebih mendasar, yaitu memilih makanan yang halal dan baik serta tidak berlebihan ketika makan. Lantas, seperti apa anjuran Rasulullah tentang pola makan yang sehat dan seimbang? Yuk, simak penjelasannya!
Pilih Makanan yang Halal dan Thayyib
Salah satu prinsip utama dalam pola makan seorang Muslim adalah memilih makanan yang halal dan thayyib. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 168)
Halal berkaitan dengan sesuatu yang diperbolehkan menurut syariat, sedangkan thayyib dapat dipahami sebagai sesuatu yang baik. Karena itu, memilih makanan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan apakah makanan tersebut halal, tetapi juga memperhatikan kualitas dan manfaatnya bagi tubuh.
Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan agar manusia tidak berlebihan dalam makan dan minum:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”
(QS. Al-A’raf: Ayat 31)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Makanan memang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan juga tidak baik.
Jangan Berlebihan Saat Makan
Anjuran untuk tidak berlebihan juga disampaikan Rasulullah ﷺ melalui sebuah hadis:
“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya…”
Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ kemudian menganjurkan agar sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai sahih oleh Al-Albani.
Pesan yang dapat dipetik adalah pentingnya mengatur porsi dan tidak menjadikan makan sampai terlalu kenyang sebagai kebiasaan. Dengan porsi yang lebih terkontrol, kita dapat belajar mengenali kebutuhan tubuh sekaligus menghindari sikap berlebihan.
Namun, kesederhanaan Rasulullah ﷺ dalam hal makanan tidak serta-merta dapat disebut sebagai metode diet tertentu. Kondisi tersebut lebih menunjukkan kesederhanaan hidup dan keadaan beliau pada masa itu, bukan sebagai bentuk penerapan program diet secara khusus.
Bagaimana Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-hari?
Lalu, bagaimana prinsip tersebut bisa diterapkan saat ini? Sobat SyariHub dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti:
- memilih makanan yang halal dan baik;
- memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi;
- makan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan;
- mengatur porsi agar tidak terlalu kenyang;
- membiasakan pola makan yang teratur dan seimbang.
Dengan begitu, mengikuti anjuran dalam Islam tidak harus diwujudkan melalui pola diet yang ekstrem. Justru, kita dapat menerapkannya melalui kebiasaan makan yang sederhana, cukup, dan memperhatikan kebutuhan tubuh.
Yuk, Jaga Kesehatan sebagai Bentuk Syukur
Menjaga pola makan merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga tubuh yang telah Allah SWT berikan. Prinsipnya bukan sekadar mengikuti tren diet, tetapi belajar menerapkan pola hidup yang tidak berlebihan dan sesuai dengan tuntunan agama.
Selain menjaga kesehatan tubuh, jangan lupa untuk menjaga kesehatan hati dan memperkuat ilmu agama. Sobat SyariHub bisa belajar membaca Al-Qur’an bersama guru secara 1 murid 1 guru, dengan jadwal yang fleksibel dan guru profesional serta bersertifikat. Yuk, mulai kebiasaan baik dari hal-hal sederhana bersama SyariHub!