Sobat SyariHub, pernah membaca ramalan zodiak untuk mengetahui kepribadian, jodoh, rezeki, atau keberuntungan hari ini? Bagi sebagian orang, zodiak mungkin hanya dianggap sebagai hiburan. Namun, bagaimana jika seseorang mulai mempercayai bahwa posisi bintang dapat menentukan apa yang akan terjadi dalam kehidupannya?
Dalam Islam, persoalan ini berkaitan dengan keyakinan terhadap perkara gaib dan bagaimana seorang Muslim memandang kekuasaan Allah. Lantas, bolehkah percaya ramalan zodiak dalam Islam? Yuk, simak pembahasan selengkapnya.
Perkara Gaib Hanya Diketahui Allah
Islam mengajarkan bahwa perkara gaib merupakan sesuatu yang berada dalam pengetahuan Allah. Manusia tidak dapat mengetahui masa depan secara mutlak hanya berdasarkan tanda-tanda tertentu.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Naml ayat 65:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
“Katakanlah, ‘Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.’”
(QS. An-Naml: Ayat 65)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar bahwa pengetahuan tentang perkara gaib bukan sesuatu yang dapat diketahui manusia secara bebas.
Karena itu, ramalan yang mengklaim dapat mengetahui masa depan seseorang perlu diwaspadai. Misalnya, ketika zodiak digunakan untuk menentukan kapan seseorang akan mendapatkan rezeki, bertemu jodoh, mengalami keberuntungan, atau menghadapi suatu kejadian tertentu.
Bagaimana Islam Memandang Ramalan Zodiak?
Dalam pembahasan Islam, menghubungkan keadaan bintang dengan kejadian yang akan dialami manusia dikenal dalam pembahasan tanjim atau astrologi. Bintang dan benda langit memang merupakan bagian dari ciptaan Allah, tetapi tidak berarti benda-benda tersebut memiliki kekuasaan untuk menentukan nasib manusia.
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa praktik tanjim berkaitan dengan upaya mengetahui kejadian di bumi melalui keadaan benda-benda langit. Karena itu, menjadikan bintang sebagai dasar untuk meramalkan kejadian yang belum terjadi perlu dihindari.
Islam juga mengajarkan bahwa bintang memiliki fungsi yang Allah tetapkan, seperti menjadi petunjuk arah bagi manusia. Bintang bukanlah pihak yang menentukan rezeki, jodoh, keberuntungan, maupun masa depan seseorang.
Dengan demikian, ketika ramalan zodiak menyatakan bahwa seseorang akan mendapatkan keberuntungan tertentu hanya karena berada di bawah tanda zodiak tertentu, seorang Muslim tidak seharusnya meyakini ramalan tersebut sebagai kebenaran.
Bagaimana Jika Hanya Membaca Zodiak sebagai Hiburan?
Bagian ini perlu dibedakan dengan jelas. Membaca zodiak dan mempercayai ramalannya merupakan dua hal yang berbeda.
Jika seseorang membaca zodiak lalu meyakini bahwa ramalan tersebut benar-benar mengetahui masa depannya, maka hal ini bermasalah dengan prinsip akidah karena perkara gaib bukan sesuatu yang dapat diketahui melalui ramalan.
Sementara itu, jika seseorang hanya membacanya sebagai hiburan tanpa mempercayai isi ramalan, persoalannya berbeda. Namun, tetap perlu berhati-hati agar kebiasaan tersebut tidak perlahan membuat seseorang percaya atau bergantung kepada ramalan.
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras tentang mendatangi orang yang mengaku mengetahui perkara gaib. Beliau bersabda:
“Barang siapa mendatangi seorang peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima salatnya selama empat puluh malam.”
(HR. Muslim No. 2230)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim perlu berhati-hati terhadap berbagai bentuk praktik yang mengklaim dapat mengetahui perkara gaib.
Karena itu, daripada mencari kepastian masa depan melalui ramalan zodiak, kita dapat menghadapinya dengan cara yang diajarkan Islam. Ketika menghadapi pilihan, kita dapat melakukan ikhtiar, mencari informasi, berdoa, melakukan salat istikharah, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Menjaga Akidah dengan Tidak Bergantung pada Ramalan
Ramalan zodiak mungkin terlihat seperti hiburan sederhana. Namun, ketika seseorang mulai menjadikannya sebagai pedoman untuk menentukan keputusan atau mempercayai bahwa bintang dapat memberitahukan masa depannya, hal tersebut perlu diwaspadai.
Islam mengajarkan bahwa perkara gaib berada dalam pengetahuan Allah. Karena itu, seorang Muslim sebaiknya tidak menggantungkan harapan dan keputusan hidup kepada ramalan, tetapi kepada Allah melalui doa, ikhtiar, dan tawakal.
Jika ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an dan ilmu agama, SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar mengaji secara privat bersama pengajar dengan waktu dan materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Yuk, terus belajar dan memperkuat pemahaman agama bersama SyariHub!