Sebelum memulai tilawah Al-Qur’an, ada bacaan yang dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt., yaitu ta’awudz. Bacaan ini menjadi salah satu bentuk persiapan sebelum melantunkan ayat-ayat suci. Namun, apakah Sobat SyariHub sudah mengetahui tulisan Arab, arti, dan cara membaca ta’awudz dengan benar? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Bacaan Ta’awudz, Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Ta’awudz atau isti’adzah adalah bacaan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Bacaan ta’awudz yang umum digunakan sebelum tilawah adalah:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: A‘ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Anjuran membaca ta’awudz dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya QS. An-Nahl ayat 98:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: “Apabila engkau membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Ayat tersebut menjadi dasar anjuran membaca ta’awudz sebelum tilawah. Mayoritas ulama menganjurkannya sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah sebelum membaca Al-Qur’an.
Cara Membaca Ta’awudz Sebelum Tilawah
Agar lebih mudah diterapkan, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan saat membaca ta’awudz.
- Membaca ta’awudz sebelum memulai tilawah. Setelah bersiap untuk membaca Al-Qur’an, ucapkan ta’awudz terlebih dahulu sebelum memulai ayat. Bacaan ini menjadi bentuk permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
- Melafalkan setiap huruf dengan jelas. Perhatikan makhraj dan sifat huruf ketika mengucapkan bacaan ta’awudz. Jangan terburu-buru agar setiap lafaz terdengar dengan tepat.
- Membaca dengan tenang dan penuh kesadaran. Selain memperhatikan pelafalan, pahami pula maknanya. Dengan begitu, ta’awudz tidak hanya menjadi bacaan pembuka, tetapi juga pengingat untuk memohon pertolongan Allah sebelum berinteraksi dengan firman-Nya.
Setelah membaca ta’awudz, pembaca dapat melanjutkan dengan basmalah sebelum memulai surah, kecuali pada awal Surah At-Taubah yang tidak diawali basmalah.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Ta’awudz
Ta’awudz bukan bagian dari ayat Al-Qur’an, melainkan bacaan permohonan perlindungan yang dianjurkan sebelum tilawah. Karena itu, penting untuk membedakannya dari ayat yang akan dibaca.
Selain itu, terdapat beberapa variasi redaksi ta’awudz yang dikenal dalam pembahasan ilmu qira’at. Namun, bacaan أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ merupakan redaksi yang umum digunakan dan sesuai dengan lafaz dalam QS. An-Nahl ayat 98.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara membaca ta’awudz dapat menyesuaikan keadaan. Dalam pembelajaran ilmu qira’at, terdapat pembahasan mengenai membaca ta’awudz dengan suara pelan atau keras serta cara menyambungkannya dengan basmalah dan awal surah. Untuk mempelajari rincian tersebut, Sobat SyariHub dapat berlatih bersama guru yang memahami ilmu tajwid dan qira’at.
Yuk, Biasakan Adab Tilawah dan Perbaiki Bacaan Al-Qur’an!
Membaca ta’awudz sebelum tilawah merupakan salah satu bentuk adab ketika hendak membaca Al-Qur’an. Dengan memahami tulisan Arab, arti, serta cara melafalkannya, kita dapat membiasakan diri memulai tilawah dengan lebih sadar dan penuh kesungguhan.
Namun, belajar membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang menghafal bacaan pembuka. Kita juga perlu terus memperbaiki makhraj, memahami hukum tajwid, dan melatih kelancaran membaca ayat demi ayat.
Melalui SyariHub, Sobat SyariHub dapat belajar mengaji secara privat dengan sistem satu murid dan satu guru. Ada pilihan fokus pembelajaran seperti tahsin untuk memperbaiki bacaan, tajwid untuk memahami kaidah membaca Al-Qur’an, serta tahfidz untuk menghafal ayat. Sobat SyariHub juga dapat menyampaikan kebutuhan dan target belajarnya agar materi dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Dengan jadwal yang fleksibel dan pendampingan yang lebih personal, proses belajar mengaji dapat menjadi lebih terarah. Yuk, terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an sedikit demi sedikit bersama SyariHub!