Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat fitrah juga memiliki nilai sosial karena membantu mereka yang membutuhkan agar dapat menyambut Idul Fitri dengan layak.
Sobat SyariHub, mungkin ada yang bertanya, siapa yang wajib membayar zakat fitrah, berapa besarannya, dan kapan waktu yang tepat untuk menunaikannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?
Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap Muslim yang memenuhi syarat. Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak. Hal tersebut berdasarkan hadits Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah atas setiap Muslim, baik yang merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan, serta anak kecil maupun orang dewasa.
Namun, kewajiban tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Badan Amil Zakat Nasional menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi Muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya pada malam dan hari raya Idul Fitri.
Dalam keluarga, zakat fitrah juga dapat ditunaikan oleh orang yang bertanggung jawab atas anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Karena itu, anak-anak yang belum memiliki penghasilan tetap dapat dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tua atau pihak yang menanggungnya.
Berapa Besaran Zakat Fitrah?
Zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok. Di Indonesia, makanan pokok yang digunakan biasanya berupa beras sebanyak 2,5 kg atau sekitar 3,5 liter per jiwa.
Dalam praktiknya, pembayaran zakat fitrah dengan uang juga diperbolehkan menurut pendapat ulama tertentu, dengan nominal yang disesuaikan dengan nilai makanan pokok yang biasa dikonsumsi. Karena ketentuannya dapat berbeda berdasarkan kebijakan lembaga atau wilayah, sebaiknya periksa nominal yang berlaku di tempat masing-masing.
Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan?
Zakat fitrah dapat ditunaikan selama bulan Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan sholat Idulfitri. Penyalurannya juga perlu diperhatikan agar dapat diterima oleh mustahik, yaitu orang yang berhak menerima zakat, sebelum sholat Id dilaksanakan.
Karena itu, jangan menunggu sampai mendekati waktu sholat Id jika pembayaran atau penyaluran dapat dilakukan lebih awal. Dengan begitu, kewajiban dapat ditunaikan dengan lebih tenang.
Cara Membayar Zakat Fitrah
Secara sederhana, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membayar zakat fitrah:
- Tentukan jumlah orang yang akan dibayarkan zakatnya.
Pastikan seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungan dan memenuhi ketentuan telah diperhitungkan. - Siapkan zakat sesuai ketentuan.
Zakat dapat diberikan dalam bentuk makanan pokok atau uang sesuai ketentuan yang berlaku. - Niatkan zakat fitrah karena Allah SWT.
Niat merupakan bagian penting dalam ibadah. Niat zakat fitrah dilakukan dalam hati dan dapat dilafalkan untuk membantu menghadirkan kesadaran saat menunaikannya. - Serahkan kepada lembaga atau pihak yang berhak menyalurkannya.
Pastikan zakat disalurkan melalui pihak yang terpercaya agar dapat sampai kepada penerima yang berhak.
Menunaikan Zakat sebagai Bentuk Kepedulian
Zakat fitrah bukan hanya kewajiban yang dilakukan setiap Ramadan. Di dalamnya terdapat nilai kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Dengan menunaikannya sesuai ketentuan, seorang Muslim tidak hanya berusaha menyempurnakan ibadah Ramadhan, tetapi juga ikut berbagi kebahagiaan di hari raya.
Sobat SyariHub, memahami tata cara ibadah dengan benar merupakan bagian dari proses belajar agama. Bersama SyariHub, kamu bisa belajar Al-Qur’an secara online dengan guru bersertifikat dan jadwal yang fleksibel, sehingga proses belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.