Surah Al-Ikhlas merupakan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an yang sering dibaca ketika salat maupun saat menghafal surah-surah pendek. Meski terdiri dari ayat-ayat yang singkat, kita tetap perlu memperhatikan hukum tajwid agar setiap huruf dilafalkan dengan tepat. Lantas, apa saja hukum tajwid Surah Al-Ikhlas ayat 1-3 beserta cara membacanya? Yuk, pelajari satu per satu!
Hukum Tajwid Surah Al-Ikhlas Ayat 1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad.
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa.’”
Beberapa hukum tajwid yang dapat diperhatikan pada ayat pertama adalah:
- Lam jalalah tafkhim: Pada lafaz اللّٰهُ, huruf lam pada lafaz Allah dibaca tebal. Lam jalalah dibaca tebal ketika didahului harakat fathah atau dammah, atau ketika lafaz Allah menjadi awal bacaan.
- Qalqalah kubra: Pada lafaz أَحَدٌ, huruf dal dibaca sukun ketika berhenti di akhir ayat. Karena dal termasuk huruf qalqalah, bunyinya dipantulkan dengan jelas saat waqaf.
Ketika membaca ayat ini, perhatikan ketebalan lam pada lafaz Allah dan pantulan huruf dal jika berhenti pada akhir ayat.
Hukum Tajwid Surah Al-Ikhlas Ayat 2
اللّٰهُ الصَّمَدُ
Allāhuṣ-ṣamad.
Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu.”
Hukum tajwid yang terdapat pada ayat kedua antara lain:
- Lam jalalah tafkhim: Lafaz اللّٰهُ dibaca dengan lam tebal karena merupakan lafaz Allah yang diawali bacaan.
- Alif lam syamsiyah: Pada lafaz الصَّمَدُ, alif lam bertemu dengan huruf sad (ص), sehingga bunyi lam tidak dibaca jelas, melainkan masuk ke huruf sad.
- Qalqalah kubra: Jika berhenti pada lafaz الصَّمَدُ, huruf dal menjadi sukun karena waqaf. Oleh sebab itu, huruf dal dibaca dengan pantulan yang jelas.
Saat melafalkan ayat ini, pastikan bunyi huruf sad tetap jelas dan tebal sesuai makhrajnya. Perhatikan pula pantulan huruf dal ketika berhenti pada akhir ayat.
Hukum Tajwid Surah Al-Ikhlas Ayat 3
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Lam yalid wa lam yūlad.
Artinya: “Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”
Berikut hukum tajwid yang dapat ditemukan pada ayat ketiga:
- Izhar syafawi: Pada lafaz لَمْ يَلِدْ dan وَلَمْ يُولَدْ, mim sukun bertemu dengan huruf ya. Mim dibaca jelas tanpa dengung yang disengaja.
- Qalqalah sughra: Pada lafaz يَلِدْ, huruf dal bersukun berada di tengah rangkaian bacaan. Dal dibaca dengan pantulan ringan ketika bacaan diteruskan.
- Mad tabi’i: Pada lafaz يُولَدْ, huruf waw sukun didahului dammah sehingga dibaca panjang dua harakat.
- Qalqalah kubra: Jika berhenti pada akhir ayat, huruf dal pada lafaz يُولَدْ dibaca sukun dan dipantulkan dengan jelas.
Perhatikan perbedaan qalqalah sughra dan kubra pada huruf dal. Pantulan pada qalqalah sughra lebih ringan, sedangkan ketika berhenti di akhir ayat, pantulannya terdengar lebih jelas.
Yuk, Perbaiki Bacaan Al-Qur’an Bersama SyariHub!
Mempelajari hukum tajwid Surah Al-Ikhlas ayat 1-3 membantu kita memahami cara melafalkan huruf, membaca mad, dan menerapkan qalqalah dengan tepat. Walaupun surah ini pendek, setiap hukum bacaannya perlu diperhatikan agar tilawah semakin baik.
Memahami teori tajwid juga perlu disertai latihan secara langsung. Melalui SyariHub, Sobat SyariHub dapat belajar mengaji secara privat dengan sistem satu murid dan satu guru. Pembelajaran dapat difokuskan pada tahsin untuk memperbaiki bacaan, tajwid untuk memahami kaidah membaca Al-Qur’an, atau tahfidz untuk menghafal ayat.
Dengan jadwal yang fleksibel dan pendampingan yang lebih personal, belajar mengaji dapat menjadi lebih terarah. Yuk, terus berlatih membaca Al-Qur’an dengan benar bersama SyariHub!