Kenapa Kita Sering Ingin Dipuji? Belajar tentang Ikhlas

belajar ikhlas

Pernah melakukan sesuatu yang baik, tetapi kemudian merasa senang ketika ada orang yang mengetahui dan memuji? Keinginan untuk mendapatkan apresiasi sebenarnya merupakan hal yang manusiawi. Namun, dalam beribadah dan melakukan kebaikan, kita perlu berhati-hati agar keinginan tersebut tidak menggeser niat dari mencari rida Allah menjadi mencari pengakuan manusia. Di sinilah pentingnya belajar tentang ikhlas.

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal bergantung pada niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari No. 1). hadits ini mengingatkan bahwa niat menjadi bagian penting dalam setiap amal yang dilakukan.

Mengenal Ikhlas dan Mengapa Kita Ingin Dipuji

Secara sederhana, ikhlas berarti memurnikan niat dalam beramal hanya untuk Allah SWT. Ikhlas bukan berarti seseorang tidak boleh merasa senang ketika mendapatkan pujian. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tujuan utama dari perbuatan tersebut. Jika seseorang berbuat baik karena ingin mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain, kondisi ini dapat mengarah pada riya. 

Allah SWT berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīn.

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat tersebut menunjukkan pentingnya memurnikan ibadah untuk Allah SWT. Karena itu, ketika melakukan kebaikan, kita dapat mencoba bertanya kepada diri sendiri, “Untuk siapa aku melakukan ini?” Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari muhasabah untuk melihat kembali arah niat.

Keinginan untuk dipuji juga bisa muncul karena manusia membutuhkan penghargaan dan pengakuan. Apalagi di era media sosial, kebaikan dan pencapaian dapat dengan mudah diperlihatkan kepada banyak orang. Namun, tidak setiap kebaikan yang diketahui orang lain otomatis berarti riya. Hal yang perlu diperhatikan adalah niat di balik perbuatan tersebut.

Cara Melatih Diri agar Lebih Ikhlas

Ikhlas bukan sesuatu yang cukup dipahami, tetapi perlu terus dilatih. Salah satu caranya adalah memperbaiki niat sebelum melakukan sesuatu. Sebelum beribadah atau membantu orang lain, kita dapat mengingat kembali bahwa kebaikan tersebut dilakukan untuk mencari ridha Allah, bukan semata-mata agar mendapatkan pujian.

Selanjutnya, cobalah untuk tetap melakukan kebaikan meskipun tidak ada orang yang melihat. Misalnya, bersedekah tanpa menceritakannya kepada orang lain, membantu seseorang tanpa mengharapkan ucapan terima kasih, atau tetap membaca Al-Qur’an meskipun tidak ada yang mengetahui. Kebiasaan seperti ini dapat membantu hati tidak terlalu bergantung pada penilaian manusia.

Kita juga perlu belajar menerima pujian dengan sewajarnya. Ketika seseorang memuji, tidak perlu merasa bersalah atau langsung menganggap diri sudah tidak ikhlas. Sebaliknya, jadikan pujian sebagai pengingat bahwa segala kemampuan dan kebaikan yang kita miliki tetap merupakan nikmat dari Allah SWT.

Jika di tengah beramal tiba-tiba muncul keinginan untuk dipuji, jangan langsung berhenti melakukan kebaikan. Evaluasi kembali niat dan berusaha mengarahkannya kepada Allah. Godaan riya dapat muncul bahkan ketika seseorang sudah memulai amal dengan niat yang baik, sehingga menjaga keikhlasan memang membutuhkan usaha yang terus-menerus.

Belajar Menjaga Hati dan Mendekat kepada Al-Qur’an Bersama SyariHub

Pada akhirnya, ikhlas bukan berarti tidak pernah memiliki keinginan untuk dipuji, tetapi terus belajar mengembalikan tujuan amal kepada Allah SWT ketika hati mulai mencari pengakuan manusia. Proses ini membutuhkan muhasabah dan latihan yang dilakukan berulang kali. Dengan begitu, kita dapat belajar melakukan kebaikan bukan karena ingin terlihat baik, tetapi karena ingin mendapatkan rida Allah.

Salah satu cara untuk menjaga hati dan mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur’an. Bagi Sobat SyariHub yang ingin belajar Al-Qur’an secara lebih terarah, SyariHub menyediakan kelas online privat dengan sistem 1 murid 1 guru. Materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta, mulai dari membaca Al-Qur’an dari dasar, memperbaiki tajwid dan tahsin, hingga tahfidz.

Yuk, terus belajar memperbaiki bacaan sekaligus menjaga hati agar setiap langkah dalam mendekat kepada Allah dilakukan dengan niat yang lebih tulus bersama SyariHub.

Tertarik belajar bersama SyariHub?

Mulai langkah berkahmu dan mengaji bersama SyariHub!

Syarihub merupakan platform mengaji online yang menyediakan layanan mengaji secara daring. Syarihub juga memberikan informasi mengenai Al-Qur'an dan hal-hal terkait islam melalui sosial media kami.

PRANALA
Tentang Kami
Belajar Mengaji Anak-Anak
Belajar Mengaji Dewasa
IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI
ALAMAT
Jl. Dharmawangsa, Surabaya
© SyariHub.com ngaji online privat