Sobat SyariHub, pernahkah kamu berdoa untuk sesuatu yang sangat diinginkan, tetapi waktu terus berjalan dan jawaban yang diharapkan belum juga datang? Dalam kondisi seperti itu, seseorang mungkin mulai merasa lelah atau bertanya-tanya apakah doanya akan dikabulkan.
Kisah Nabi Zakaria AS dalam Surat Maryam memberikan gambaran tentang bagaimana seorang hamba tetap berharap kepada Allah meskipun keadaan terlihat sulit. Beliau memohon keturunan kepada Allah ketika usianya telah lanjut. Namun, Nabi Zakaria AS tidak berhenti berdoa dan tetap meyakini kekuasaan Allah.
Nabi Zakaria AS Berdoa di Tengah Keterbatasan
Allah menceritakan doa Nabi Zakaria AS dalam Surat Maryam. Beliau berdoa kepada Allah secara lembut dan penuh kerendahan hati:
إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا ٣
“Yaitu ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”
(QS. Maryam: 3)
Kemudian Nabi Zakaria AS menyampaikan keadaannya:
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ٤
“Dia berkata, ‘Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.’”
(QS. Maryam: 4)
Nabi Zakaria AS menyadari bahwa dirinya telah lanjut usia. Namun, kondisi tersebut tidak membuat beliau berhenti memohon kepada Allah. Beliau kemudian menyampaikan kekhawatirannya mengenai orang-orang yang akan melanjutkan urusannya dan memohon agar Allah memberikan seorang anak.
وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَٰلِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا ٥
“Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedangkan istriku seorang yang mandul. Maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.”
(QS. Maryam: 5)
Doa tersebut menunjukkan bahwa Nabi Zakaria AS tidak hanya memohon keturunan, tetapi juga berharap agar anaknya menjadi pribadi yang diridai Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin memiliki harapan yang terasa sulit tercapai. Kisah Nabi Zakaria AS mengingatkan bahwa keterbatasan manusia tidak membatasi kekuasaan Allah.
Allah Mengabulkan Doa Nabi Zakaria AS
Doa Nabi Zakaria AS kemudian mendapatkan jawaban dari Allah. Dalam Surat Maryam ayat 7, Allah menyampaikan kabar gembira:
يَٰزَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا ٧
“Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang namanya Yahya. Kami belum pernah memberikan nama itu sebelumnya kepada siapa pun.“
(QS. Maryam: 7)
Kabar tersebut membuat Nabi Zakaria AS terkejut. Beliau bertanya bagaimana mungkin dirinya mendapatkan seorang anak ketika istrinya tidak dapat memiliki keturunan dan usianya telah lanjut.
Allah kemudian menjawab:
قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا ٩
“Dia (Allah) berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku. Sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelumnya, padahal ketika itu engkau belum berwujud sama sekali.’”
(QS. Maryam: 9)
Ayat ini menjadi bagian penting dalam kisah Nabi Zakaria AS. Sesuatu yang tampak sulit bagi manusia tidaklah sulit bagi Allah. Dia yang menciptakan manusia sejak awal tentu berkuasa memberikan apa yang Dia kehendaki.
Tetap Berdoa dan Tidak Berputus Asa
Kisah Nabi Zakaria AS bukan hanya tentang terkabulnya doa untuk mendapatkan keturunan. Kisah ini juga menunjukkan keteguhan seorang hamba dalam berharap kepada Allah.
Ketika doa belum terwujud, kita sering kali hanya melihat keadaan saat ini. Padahal, kita tidak mengetahui bagaimana Allah mengatur kehidupan kita ke depannya. Karena itu, doa sebaiknya tetap disertai usaha dan kesabaran.
Misalnya, seseorang yang sedang mencari pekerjaan dapat terus memperbaiki kemampuan dan mengirim lamaran sambil berdoa. Mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas juga dapat terus belajar meskipun hasil yang diharapkan belum terlihat. Begitu pula ketika seseorang sedang menunggu sesuatu yang sangat diinginkan.
Kita tidak perlu memaksakan kapan doa harus dikabulkan. Yang dapat dilakukan adalah terus berusaha, berdoa, dan menjaga kedekatan dengan Allah.
Jangan Berhenti Berharap kepada Allah
Kisah Nabi Zakaria AS dalam Surat Maryam menunjukkan bahwa keadaan yang terlihat sulit bukan alasan untuk berhenti berharap. Beliau tetap berdoa meskipun telah lanjut usia dan istrinya tidak dapat memiliki keturunan. Allah kemudian mengabulkan doanya dengan memberikan Nabi Yahya AS.
Kisah ini mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah dapat menjadi sumber kekuatan ketika kita sedang menunggu jawaban atas doa. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya adalah dengan membaca, memahami, dan mempelajari Al-Qur’an.
Jika ingin mulai belajar Al-Qur’an dengan lebih terarah, kamu bisa mencoba kelas privat di SyariHub. Pembelajaran dilakukan dengan sistem satu murid dan satu guru sehingga materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan belajar.
Yuk, mulai belajar dan memperdalam Al-Qur’an bersama SyariHub!