Puasa sering kali identik dengan bulan Ramadan. Padahal, dalam Islam terdapat berbagai puasa sunnah yang dapat diamalkan di luar Ramadan. Salah satunya adalah puasa Senin dan Kamis yang menjadi salah satu amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Bagi sebagian orang, memulai puasa sunnah mungkin terasa cukup menantang karena harus menyesuaikannya dengan aktivitas kuliah, pekerjaan, atau kegiatan sehari-hari. Namun, ketika dilakukan secara bertahap, puasa Senin dan Kamis dapat menjadi salah satu cara untuk melatih diri agar lebih disiplin dalam beribadah.
Lantas, apa saja keutamaan puasa sunnah Senin dan Kamis? Yuk, Sobat SyariHub, simak penjelasannya berikut ini!
Keutamaan Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin dan Kamis bukan hanya menjadi amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW, tetapi juga memiliki berbagai pelajaran bagi kehidupan seorang Muslim. Mulai dari mengikuti sunnah Rasulullah hingga melatih diri untuk lebih sabar dan mampu mengendalikan hawa nafsu.
Berikut beberapa keutamaan puasa Senin dan Kamis yang dapat menjadi alasan untuk mulai membiasakannya:
1. Senin Merupakan Hari Kelahiran dan Turunnya Wahyu
Salah satu alasan Rasulullah SAW berpuasa pada hari Senin berkaitan dengan keistimewaan hari tersebut. Ketika ditanya mengenai puasa pada hari Senin, beliau menjawab bahwa Senin merupakan hari ketika beliau dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya. Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim no. 1162.
Hal ini menunjukkan bahwa hari Senin memiliki makna khusus dalam kehidupan Rasulullah SAW. Berpuasa pada hari tersebut menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah yang dapat dilakukan untuk mengikuti teladan beliau.
2. Amal Dihadapkan pada Hari Senin dan Kamis
Keutamaan lainnya berkaitan dengan amalan manusia. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa amal-amal manusia dihadapkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis. Beliau menyukai ketika amalnya dihadapkan dalam keadaan sedang berpuasa.
Hal ini menjadi salah satu dorongan untuk membiasakan puasa pada kedua hari tersebut. Selain menahan lapar dan haus, puasa dapat menjadi pengingat agar kita lebih memperhatikan amal dan perilaku yang dilakukan sepanjang hari.
3. Melatih Diri Menahan Hawa Nafsu
Puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa puasa merupakan perisai. Orang yang sedang berpuasa dianjurkan untuk menjaga perkataan dan menghindari pertengkaran atau perilaku yang tidak baik.
Karena itu, puasa Senin dan Kamis dapat menjadi kesempatan untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Ketika merasa lapar atau menghadapi situasi yang kurang menyenangkan, kita belajar untuk tetap menjaga sikap dan tidak mudah terbawa emosi.
Mulai Membiasakan Puasa Sunnah
Menjalankan puasa Senin dan Kamis tidak harus langsung dilakukan dengan target yang berat. Bagi yang belum terbiasa, kita bisa memulainya secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing.
Yang tidak kalah penting, puasa sunnah dapat diiringi dengan ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau mempelajari ilmu agama. Dengan begitu, waktu yang dijalani dalam keadaan berpuasa dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Lengkapi Rutinitas Ibadah dengan Belajar Al-Qur’an
Puasa Senin dan Kamis mengajarkan bahwa ibadah dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Selain melatih diri menahan hawa nafsu, kita juga dapat menggunakan waktu tersebut untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Bagi Sobat SyariHub yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an, SyariHub menyediakan pembelajaran dengan sistem 1 murid 1 guru. Peserta dapat belajar sesuai kemampuan, mulai dari membaca Al-Qur’an dari dasar, memperbaiki tajwid dan tahsin, hingga melanjutkan ke tahfidz.
Dengan jadwal yang fleksibel dan pendampingan personal, belajar Al-Qur’an dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengganggu rutinitas harian. Yuk, mulai membangun kebiasaan ibadah sedikit demi sedikit, baik melalui puasa sunnah maupun dengan meluangkan waktu untuk terus belajar Al-Qur’an.