Lupa Jumlah Rakaat sholat, Apa yang Harus Dilakukan?

Sobat SyariHub, pernah tiba-tiba lupa apakah sudah berada di rakaat ketiga atau keempat ketika sedang sholat? Kondisi seperti ini bisa terjadi ketika seseorang kurang fokus atau tanpa sengaja lupa menghitung rakaat. Islam telah memberikan tuntunan untuk menghadapi keraguan dalam sholat.

Rasulullah SAW bersabda dalam Sahih Muslim No. 571a:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam sholatnya dan tidak mengetahui apakah telah sholat tiga atau empat rakaat, hendaklah ia meninggalkan keraguan dan berpegang pada jumlah yang diyakini, kemudian melakukan dua kali sujud sebelum salam.”

(HR. Muslim No. 571a)

Yuk, simak untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika lupa jumlah rakaat sholat!

1. Berpegang pada Jumlah Rakaat yang Diyakini

Ketika ragu apakah sudah tiga atau empat rakaat, seseorang dapat berpegang pada jumlah yang benar-benar diyakini. Misalnya, jika ia tidak yakin apakah sudah tiga atau empat rakaat, tetapi lebih yakin bahwa baru tiga rakaat, maka ia mengambil hitungan tiga dan melanjutkan sholat hingga sempurna.

Setelah itu, berdasarkan hadis di atas, dilakukan dua kali sujud sahwi sebelum salam. Tuntunan ini menunjukkan bahwa ketika muncul keraguan dalam sholat, seseorang tidak perlu terus mengikuti rasa ragu tersebut. Ia dapat kembali kepada jumlah yang paling diyakini.

Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat pembahasan fikih lain ketika seseorang memiliki dugaan kuat terhadap salah satu jumlah rakaat, bukan sekadar tidak memiliki kepastian. Karena itu, jika ingin mempraktikkan tata cara secara lebih rinci, sebaiknya mengikuti panduan fikih dari ulama atau lembaga yang menjadi rujukan.

2. Mengenal Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dilakukan karena adanya kelupaan dalam sholat. Tuntunan mengenai sujud sahwi juga terdapat dalam beberapa hadis sahih.

Dalam Sahih al-Bukhari No. 1226, Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah sholat Zuhur lima rakaat. Setelah diberi tahu bahwa beliau telah melakukan lima rakaat, Rasulullah SAW kemudian melakukan dua kali sujud sahwi setelah salam.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sujud sahwi menjadi salah satu tuntunan ketika terjadi kelupaan dalam sholat.

Ada pula riwayat Sahih Muslim No. 574b yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah sholat Asar tiga rakaat karena lupa satu rakaat. Setelah diingatkan, beliau menyempurnakan rakaat yang tertinggal, kemudian melakukan dua kali sujud sahwi dan salam.

Dari beberapa hadis tersebut, kita dapat memahami bahwa kelupaan dalam sholat merupakan hal yang mungkin terjadi dan telah memiliki tuntunan dalam syariat.

3. Tetap Tenang Ketika Mengalami Keraguan

Ketika lupa jumlah rakaat, jangan langsung panik atau membatalkan sholat. Ingat kembali jumlah rakaat yang paling diyakini, kemudian ikuti tuntunan sujud sahwi sesuai kondisi yang dialami.

Jika seseorang benar-benar ragu antara tiga dan empat rakaat dan tidak memiliki kepastian, hadis Sahih Muslim 571a memberikan tuntunan untuk mengambil jumlah yang diyakini dan melakukan dua kali sujud sebelum salam.

Dengan memahami tuntunan ini, kita tidak perlu terus merasa cemas ketika sesekali mengalami lupa dalam sholat. Justru, kita dapat melanjutkan ibadah dengan tenang sesuai tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Jangan Panik Saat Lupa Jumlah Rakaat

Lupa jumlah rakaat dapat terjadi dalam sholat. Islam telah memberikan tuntunan untuk menghadapi keadaan tersebut, salah satunya dengan berpegang pada jumlah yang diyakini dan melakukan sujud sahwi.

Karena itu, ketika mengalami keraguan dalam sholat, tetaplah tenang dan ikuti tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Mempelajari fikih sholat juga dapat membantu kita lebih memahami berbagai kondisi yang mungkin terjadi saat beribadah.

Jika ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an dan ilmu agama secara bertahap, kamu bisa meluangkan waktu untuk belajar mengaji sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar bersama pengajar secara privat dengan waktu yang fleksibel.

Tertarik belajar bersama SyariHub?

Mulai langkah berkahmu dan mengaji bersama SyariHub!

Syarihub merupakan platform mengaji online yang menyediakan layanan mengaji secara daring. Syarihub juga memberikan informasi mengenai Al-Qur'an dan hal-hal terkait islam melalui sosial media kami.

PRANALA
Tentang Kami
Belajar Mengaji Anak-Anak
Belajar Mengaji Dewasa
IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI
ALAMAT
Jl. Dharmawangsa, Surabaya
© SyariHub.com ngaji online privat