Mengenal Gharib dalam Al-Qur’an dan Contoh Bacaannya

Sobat SyariHub, pernah menemukan bacaan Al-Qur’an yang cara membacanya terasa berbeda dari biasanya? Ada bacaan yang dibaca dengan suara tertentu, berhenti sejenak tanpa mengambil napas, hingga pengucapan yang tidak bisa diketahui hanya dari tulisan Arabnya.

Bacaan tersebut dikenal sebagai bacaan gharib, yaitu bacaan yang memiliki cara membaca khusus dalam Al-Qur’an. Karena itu, penting untuk mengenal jenis dan contohnya agar tidak keliru saat membaca.

Yuk, simak artikel selengkapnya untuk mengenal 5 jenis bacaan gharib beserta contoh ayatnya!

Apa Itu Gharib dalam Al-Qur’an?

Secara bahasa, gharib berarti sesuatu yang asing atau jarang ditemukan. Dalam pembahasan ilmu qiraah, bacaan gharib merujuk pada bacaan tertentu yang memiliki cara membaca khusus dan berbeda dari bacaan yang umum.

Dalam konteks qiraah Imam Ashim riwayat Hafs, terdapat lima jenis bacaan gharib yang umum dipelajari, yaitu imalah, isymam, saktah, tashil, dan naql. 

Lantas, seperti apa contoh bacaannya dalam Al-Qur’an?

5 Jenis Bacaan Gharib dan Contohnya

1. Imalah

Imalah merupakan bacaan dengan memiringkan bunyi fathah ke arah kasrah atau bunyi alif mendekatinya. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Hud ayat 41:

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Bacaan gharib terdapat pada lafaz مَجْر۪ىٰهَا. Lafaz tersebut dibaca dengan imalah, sehingga cara pengucapannya berbeda dari bacaan alif biasa. Cara membacanya adalah bunyi a pada lafaz tersebut dimiringkan ke arah bunyi e, sehingga dibaca mendekati majreha, bukan majraha. Bacaan ini menjadi salah satu contoh gharib karena cara membacanya berbeda dari bacaan fathah pada umumnya.

2. Isymam

Isymam merupakan bacaan yang disertai isyarat gerakan bibir seperti bentuk pengucapan dhammah. Contohnya terdapat dalam QS. Yusuf ayat 11:

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

Bagian yang memiliki bacaan isymam adalah لَا تَأْمَنَّا. Cara membacanya dilakukan dengan memajukan atau memonyongkan bibir seperti hendak mengucapkan bunyi u, tetapi bunyi tersebut tidak dilafalkan. Gerakan bibir ini menjadi isyarat adanya dhammah yang tidak terdengar dalam bacaan.

3. Saktah

Saktah berarti berhenti sejenak tanpa mengambil napas, kemudian melanjutkan bacaan. Dalam riwayat Hafs, terdapat beberapa tempat saktah, di antaranya QS. Al-Kahfi ayat 1–2, QS. Yasin ayat 52, QS. Al-Qiyamah ayat 27, dan QS. Al-Muthaffifin ayat 14.

Salah satu contohnya terdapat pada:

عِوَجًا ۜ قَيِّمًا

pada QS. Al-Kahfi ayat 1-2. Cara membacanya adalah membaca عِوَجًا, kemudian berhenti sejenak tanpa mengambil napas, lalu melanjutkan dengan قَيِّمًا. Jadi, jeda tersebut bukanlah berhenti untuk mengambil napas, melainkan jeda singkat sebelum melanjutkan bacaan.

4. Tashil

Tashil berarti meringankan pengucapan hamzah. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Fussilat ayat 44:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا وَعَرَبِيًّا ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ…

Bacaan tashil terdapat pada bagian أَأَعْجَمِيٌّ. Tashil digunakan untuk meringankan pengucapan dua hamzah yang berurutan. Cara membacanya adalah hamzah pertama dibaca dengan jelas, sedangkan hamzah kedua dibaca secara ringan, yaitu berada di antara bunyi hamzah dan alif. Karena itu, bacaan tersebut tidak dibaca dengan dua hamzah yang sama-sama tegas.

5. Naql

Naql berarti memindahkan. Dalam bacaan Al-Qur’an, naql berkaitan dengan pemindahan harakat hamzah kepada huruf sebelumnya. Contohnya terdapat dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:

… بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Bacaan naql terdapat pada bagian بِئْسَ الِاسْمُ. Cara membacanya adalah harakat kasrah pada hamzah isim dipindahkan kepada lam sebelumnya. Dengan demikian, bacaan yang semula terdengar seperti bi’sal ismu menjadi bi’salismu.

Mengapa Bacaan Gharib Perlu Dipelajari?

Bacaan gharib memiliki cara membaca khusus sehingga perlu dipelajari agar tidak keliru saat membaca Al-Qur’an. Dalam qiraah Imam Ashim riwayat Hafs, terdapat lima bacaan gharib yang umum dipelajari, yaitu imalah, isymam, saktah, tashil, dan naql.

Karena beberapa bacaan membutuhkan contoh dan koreksi langsung, belajar bersama pengajar dapat membantu memahami cara membacanya dengan tepat. Bersama SyariHub, Sobat SyariHub dapat belajar Al-Qur’an dengan pendampingan yang lebih terarah. Dengan sistem satu murid satu guru, peserta dapat belajar dan berlatih secara langsung bersama pengajar sesuai dengan kebutuhan belajarnya. 

Yuk, terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an bersama SyariHub dengan pendampingan pengajar secara langsung sesuai kebutuhan belajar.

Tertarik belajar bersama SyariHub?

Mulai langkah berkahmu dan mengaji bersama SyariHub!

Syarihub merupakan platform mengaji online yang menyediakan layanan mengaji secara daring. Syarihub juga memberikan informasi mengenai Al-Qur'an dan hal-hal terkait islam melalui sosial media kami.

PRANALA
Tentang Kami
Belajar Mengaji Anak-Anak
Belajar Mengaji Dewasa
IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI
ALAMAT
Jl. Dharmawangsa, Surabaya
© SyariHub.com ngaji online privat