Al-Qur’an dan hadits qudsi sama-sama memiliki hubungan erat dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena sama-sama berkaitan dengan Allah SWT, hadits qudsi terkadang dianggap sama dengan Al-Qur’an. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang penting untuk dipahami.
Mengetahui perbedaan Al-Qur’an dan hadits qudsi dapat membantu kita lebih tepat dalam memahami sumber ajaran Islam. Lantas, apa yang dimaksud dengan Al-Qur’an dan hadits qudsi, serta apa saja perbedaannya? Yuk, Sobat SyariHub, simak selengkapnya!
Mengenal Al-Qur’an dan hadits Qudsi
Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an menjadi mukjizat Rasulullah SAW dan membacanya merupakan ibadah.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Innā naḥnu nazzalnaz-zikra wa innā lahū laḥāfiẓūn.
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
(QS. Al-Hijr: Ayat 9)
Sementara itu, hadits qudsi adalah hadits yang di dalamnya Rasulullah SAW menyampaikan perkataan yang disandarkan kepada Allah SWT. hadits qudsi biasanya diawali dengan ungkapan seperti “Allah Ta’ala berfirman” atau “Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman…”
Meskipun hadits qudsi berasal dari Allah dalam hal makna menurut penjelasan yang umum digunakan dalam ilmu hadits, hadits qudsi tidak termasuk Al-Qur’an. hadits qudsi juga tetap berstatus sebagai hadits yang periwayatannya dapat diteliti berdasarkan sanad dan matannya.
Perbedaan Al-Qur’an dan hadits Qudsi
Ada beberapa hal yang membedakan Al-Qur’an dengan hadits qudsi.
1. Lafaz dan makna
Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang lafaz dan maknanya berasal dari Allah. Karena itu, lafaz ayat Al-Qur’an tidak boleh diubah ketika dibaca.
Sementara hadits qudsi merupakan perkataan yang disandarkan kepada Allah SWT dan disampaikan oleh Rasulullah SAW. Dalam pandangan yang umum, maknanya berasal dari Allah, sedangkan lafaznya disampaikan melalui Rasulullah SAW. Para ulama memiliki pembahasan lebih lanjut mengenai asal lafaz hadits qudsi.
2. Kedudukan
Al-Qur’an memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan merupakan sumber utama ajaran Islam. hadits qudsi tidak memiliki kedudukan yang sama dengan Al-Qur’an meskipun isinya disandarkan kepada Allah SWT.
Karena hadits qudsi termasuk hadits, kualitasnya juga perlu diperiksa berdasarkan ilmu hadits. Sebuah hadits qudsi tidak otomatis sahih hanya karena disebut sebagai hadits yang disandarkan kepada Allah.
3. Membacanya sebagai ibadah
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah dan ayat-ayatnya digunakan sebagai bacaan dalam sholat. Hal ini berbeda dengan hadits qudsi. Membaca hadits qudsi tidak memiliki hukum dan kedudukan seperti membaca Al-Qur’an.
4. Periwayatan
Al-Qur’an disampaikan secara mutawatir dan terjaga dalam mushaf. Sementara hadits qudsi diriwayatkan melalui jalur hadits yang dapat diteliti kualitas sanad dan matannya. Karena itu, hadits qudsi memiliki tingkatan kualitas seperti hadits lainnya.
Memahami Al-Qur’an dengan Lebih Dekat Bersama SyariHub
Memahami perbedaan Al-Qur’an dan hadits qudsi membantu kita mengetahui kedudukan masing-masing dalam ajaran Islam. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang memiliki kedudukan khusus, sedangkan hadits qudsi merupakan bagian dari hadits yang berisi perkataan yang disandarkan kepada Allah SWT.
Karena memiliki kedudukan yang sangat penting, sudah sepatutnya seorang Muslim terus berusaha mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga belajar memperbaiki bacaannya.
Bagi Sobat SyariHub yang ingin belajar Al-Qur’an secara lebih terarah, SyariHub menyediakan kelas online privat dengan sistem 1 murid 1 guru. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, mulai dari membaca Al-Qur’an dari dasar, memperbaiki tajwid dan tahsin, hingga tahfidz.
Dengan jadwal yang fleksibel dan pendampingan personal, belajar Al-Qur’an dapat dilakukan secara bertahap dari rumah. Yuk, semakin dekat dengan Al-Qur’an dan terus belajar memahami ajaran Islam bersama SyariHub.