Pernah merasa bingung ketika harus menentukan pilihan? Misalnya saat memilih pekerjaan, menentukan pasangan, memutuskan rencana pendidikan, atau mengambil keputusan penting lainnya. Dalam kondisi seperti ini, seorang Muslim tidak hanya mengandalkan pertimbangan diri sendiri, tetapi juga dapat memohon petunjuk kepada Allah melalui salat istikharah.
Lalu, salat istikharah untuk apa? Salat istikharah merupakan ibadah yang dilakukan untuk memohon pilihan terbaik kepada Allah ketika seseorang menghadapi suatu perkara yang masih menjadi pertimbangan. Rasulullah SAW juga mengajarkan salat istikharah kepada para sahabat sebagaimana disebutkan dalam hadis Jabir bin Abdullah.
Salat Istikharah untuk Apa?
Secara sederhana, salat istikharah dilakukan untuk memohon petunjuk dan pilihan terbaik dari Allah ketika menghadapi suatu urusan yang diperbolehkan dalam Islam.
Rasulullah SAW mengajarkan istikharah kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan suatu surah dari Al-Qur’an. Dalam hadis tersebut, Jabir bin Abdullah RA berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala urusan.”
(HR. Bukhari No. 1166)
Karena itu, istikharah bukan sekadar meminta agar keinginan kita terwujud. Istikharah merupakan bentuk memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya.
Kapan Salat Istikharah Dilakukan?
Salat istikharah dapat dilakukan ketika seseorang sedang mempertimbangkan suatu perkara yang mubah dan belum mengetahui pilihan mana yang lebih baik. Misalnya, ketika mempertimbangkan pekerjaan, pendidikan, perjalanan, atau keputusan lain yang diperbolehkan dalam Islam.
Namun, istikharah bukan berarti menggantikan usaha dan pertimbangan. Sebelum mengambil keputusan, kita tetap dapat mencari informasi, mempertimbangkan pilihan yang tersedia, dan meminta pendapat orang yang dipercaya. Setelah itu, kita memohon petunjuk kepada Allah melalui istikharah.
Salat istikharah juga tidak harus selalu dilakukan ketika seseorang sedang mengalami masalah besar. Ketika menghadapi pilihan yang membuat ragu, kita dapat menjadikan istikharah sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Tata Cara Salat Istikharah
Tata cara salat istikharah pada dasarnya dilakukan dengan dua rakaat salat sunnah, kemudian dilanjutkan dengan doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Secara ringkas, berikut tata cara salat istikharah:
- Berniat salat istikharah.
- Melaksanakan salat dua rakaat seperti salat sunnah pada umumnya.
- Setelah selesai salat, membaca doa istikharah dan menyebutkan perkara yang sedang dipertimbangkan.
Dalam doa tersebut, kita memohon kepada Allah agar memberikan pilihan yang terbaik. Kita juga memohon agar perkara tersebut dimudahkan apabila memang baik bagi agama, kehidupan, dan urusan kita. Sebaliknya, jika perkara tersebut buruk, kita memohon agar Allah menjauhkannya dan memberikan pilihan yang lebih baik.
Istikharah tidak harus selalu diikuti dengan mimpi atau tanda tertentu. Setelah berdoa, seseorang tetap perlu berusaha dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang baik, kemudian bertawakal kepada Allah.
Menyerahkan Pilihan kepada Allah
Salat istikharah mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui apa yang akan terjadi. Karena itu, ketika menghadapi pilihan, kita dapat berusaha sebaik mungkin, meminta petunjuk Allah, kemudian menyerahkan hasilnya kepada-Nya.
Dengan memahami pengertian dan tata cara salat istikharah, kita dapat menjadikan ibadah ini sebagai bagian dari ikhtiar ketika menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan.
Bagi kamu yang ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an dan ilmu agama, SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar mengaji secara privat bersama pengajar dengan waktu yang fleksibel dan materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Yuk, terus belajar dan memperdalam Al-Qur’an bersama SyariHub!