Pernah merasa tidak cukup baik karena terlalu fokus pada kekurangan diri sendiri? Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain terkadang membuat kita lupa menghargai proses yang sedang dijalani. Padahal, self love dalam Islam bukan berarti menganggap diri sempurna atau membenarkan semua kekurangan. Mencintai diri dapat dimaknai sebagai menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kemudian tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Mengenal Self Love dalam Islam
Dalam Islam, manusia memiliki kedudukan yang mulia dan tidak seharusnya terus-menerus merendahkan dirinya. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm.
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tin: 4)
Ayat tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki nilai dan diciptakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, memiliki kekurangan bukan alasan untuk membenci diri sendiri. Menerima kekurangan justru dapat menjadi langkah awal untuk mengenali diri dengan lebih jujur.
Self love dalam Islam juga tidak sama dengan mencintai diri secara berlebihan. Kita tetap perlu menyadari kesalahan, mengevaluasi diri, dan memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki. Jadi, menerima diri dan memperbaiki diri bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan bersama.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah, kemudian beliau menganjurkan untuk mengambil manfaat dari sesuatu yang baik, meminta pertolongan kepada Allah, dan tidak mudah menyerah. (HR. Muslim No. 2664)
Tips Menerapkan Self Love Sekaligus Muhasabah Diri
Menerima kekurangan diri dapat dimulai dengan berhenti membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan, keadaan, dan proses yang berbeda. Apa yang terlihat sebagai keberhasilan orang lain belum tentu menggambarkan seluruh perjalanan yang mereka lalui. Karena itu, lebih baik fokus melihat perkembangan diri sendiri daripada terus merasa tertinggal.
Selanjutnya, jadikan kekurangan sebagai bahan muhasabah diri. Ketika menyadari ada sesuatu yang perlu diperbaiki, hindari kalimat yang terus merendahkan diri seperti “Aku memang tidak bisa.” Cobalah menggantinya dengan pertanyaan, “Apa yang bisa aku lakukan agar menjadi lebih baik?” Dengan cara ini, kesalahan tidak hanya menjadi sumber penyesalan, tetapi juga kesempatan untuk belajar.
Self love juga dapat dilakukan dengan menghargai proses dan memberikan kesempatan kepada diri untuk bertumbuh secara bertahap. Misalnya, jika merasa belum lancar membaca Al-Qur’an, tidak perlu merasa malu atau menganggap diri tidak mampu. Kita bisa mulai belajar dari dasar, memperbaiki tajwid sedikit demi sedikit, dan membangun kebiasaan membaca secara rutin. Begitu pula dalam ibadah dan kebiasaan lainnya, perubahan kecil yang dilakukan dengan konsisten tetap memiliki nilai.
Yang tidak kalah penting, dekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, doa, dan membaca Al-Qur’an. Saat melakukan muhasabah, kita tidak hanya melihat kekurangan diri, tetapi juga mengingat nikmat dan kemampuan yang telah Allah berikan. Dengan begitu, proses memperbaiki diri dapat dilakukan dengan rasa syukur, bukan kebencian terhadap diri sendiri.
Belajar Menerima Diri dengan Al Quran
Pada akhirnya, self love dalam Islam bukan tentang merasa sempurna, melainkan mampu menghargai diri sebagai ciptaan Allah, menerima kekurangan dengan lapang, dan tetap memiliki keinginan untuk memperbaikinya. Kita tidak harus berubah menjadi seperti orang lain. Cukup terus berusaha menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelumnya.
Salah satu cara untuk terus memperbaiki diri adalah dengan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Bagi Sobat SyariHub yang ingin belajar Al-Qur’an dengan lebih terarah, SyariHub menyediakan kelas online secara privat dengan sistem 1 murid 1 guru. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta.
Belajar dapat dimulai dari membaca Al-Qur’an dari dasar, memperbaiki tajwid dan tahsin, hingga melanjutkan ke tahfidz. Dengan jadwal yang fleksibel dan pendampingan personal, proses belajar dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus merasa terbebani.
Yuk, belajar menerima diri tanpa berhenti berbenah, mensyukuri setiap proses, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik bersama SyariHub.