Pernah menemukan huruf tertentu dalam Al-Qur’an yang bunyinya seperti memantul ketika dibaca? Bacaan tersebut dikenal sebagai qalqalah. Hukum bacaan ini cukup sering ditemukan dalam ayat Al-Qur’an, tetapi masih ada yang belum memahami huruf serta cara membacanya dengan tepat.
Memahami qalqalah penting bagi siapa saja yang sedang belajar membaca Al-Qur’an. Dengan mengenali huruf dan kondisi terjadinya, kita dapat lebih mudah membedakan cara membaca qalqalah dalam sebuah ayat. Yuk, simak artikel ini sampai selesai agar tidak keliru lagi saat membacanya!
Mengenal Huruf dalam Hukum Bacaan Qalqalah
Secara sederhana, qalqalah adalah bacaan yang menghasilkan pantulan suara pada huruf tertentu ketika huruf tersebut berada dalam keadaan sukun. Terdapat lima huruf qalqalah, yaitu ق (qaf), ط (tha), ب (ba), ج (jim), dan د (dal).
Kelima huruf tersebut biasanya lebih mudah diingat melalui rangkaian قُطْبُ جَدٍّ (quthbu jaddin). Jadi, ketika menemukan salah satu dari lima huruf tersebut dalam kondisi yang menyebabkan qalqalah, pembaca perlu memperhatikan cara pengucapannya.
Pantulan suara dalam qalqalah bukan berarti menambahkan harakat baru pada huruf. Bacaan tetap mengikuti kaidah tajwid sehingga pantulan terdengar secara wajar dan tidak berlebihan.
Qalqalah Sugra dan Qalqalah Kubra, Apa Bedanya?
Hukum bacaan qalqalah secara umum dibagi menjadi qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari kondisi huruf dan posisi bacaannya.
Qalqalah sugra terjadi ketika salah satu huruf qalqalah dalam keadaan sukun dan berada di tengah kata. Salah satu contohnya terdapat dalam QS. Al-Fil ayat 2 pada kata:
يَجْعَلْ
Pada kata tersebut terdapat huruf جْ (jim sukun) sehingga dibaca dengan pantulan qalqalah. Cara membacanya adalah dengan memberikan pantulan suara yang ringan pada huruf جْ, tetapi tidak sampai menambahkan harakat baru. Jadi, suara tetap berhenti pada huruf jim dengan pantulan yang singkat.
Sementara itu, qalqalah kubra terjadi ketika huruf qalqalah berada di akhir kata dan pembaca berhenti atau melakukan waqaf. Ketika berhenti, huruf yang sebelumnya memiliki harakat menjadi sukun sehingga muncul bacaan qalqalah.
Contohnya terdapat pada QS. Al-Ikhlas ayat 1:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Jika berhenti pada kata أَحَدٌ, huruf د dibaca dengan sukun karena waqaf. Oleh karena itu, huruf dal tersebut dibaca dengan pantulan qalqalah kubra. Pantulannya terdengar lebih kuat dan jelas dibandingkan qalqalah sugra karena terjadi pada posisi akhir ketika waqaf. Meski begitu, pantulan tetap tidak boleh disertai penambahan harakat seperti da, di, atau du.
Dari kedua contoh tersebut, dapat dilihat bahwa qalqalah sugra dan kubra memiliki kondisi yang berbeda. Qalqalah sugra berkaitan dengan huruf qalqalah yang memang bersukun di tengah kata, sedangkan qalqalah kubra muncul ketika pembaca berhenti pada akhir kata yang memiliki huruf qalqalah.
Terus Berlatih agar Bacaan Qalqalah Semakin Tepat
Memahami hukum bacaan qalqalah tidak cukup hanya dengan menghafalkan lima hurufnya. Sobat SyariHub juga perlu membiasakan diri memperhatikan tanda sukun, posisi huruf, serta apakah bacaan sedang disambung atau diwaqafkan. Dengan begitu, qalqalah sugra dan kubra dapat lebih mudah dikenali ketika membaca Al-Qur’an.
Latihan membaca secara langsung juga dapat membantu membiasakan pelafalan qalqalah. Cobalah membaca contoh ayat secara perlahan dan perhatikan pantulan suaranya. Jika masih merasa ragu atau kesulitan membedakan bacaannya, belajar bersama guru dapat menjadi langkah yang membantu karena peserta bisa langsung mendapatkan arahan dan koreksi.
Belajar Al-Qur’an pun tidak harus terasa sulit. SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan bagi Sobat SyariHub yang ingin belajar bersama guru secara lebih personal. Dengan sistem pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan peserta, proses belajar dapat dilakukan secara fleksibel dengan pendampingan pengajar yang profesional dan biaya yang terjangkau.
Yuk, terus sempatkan waktu untuk belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an!