Pernahkah kamu bertanya-tanya, surah apa yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW? Lalu, surah apa yang menjadi surah terakhir yang diturunkan?
Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus dalam satu waktu. Wahyu diturunkan secara bertahap selama masa kenabian Rasulullah SAW, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan umat pada saat itu. Karena itu, pembahasan mengenai wahyu pertama dan terakhir perlu dipahami berdasarkan riwayat yang menjelaskannya.
Wahyu Pertama: QS. Al-‘Alaq Ayat 1-5
Wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW adalah QS. Al-‘Alaq ayat 1-5. Wahyu tersebut turun ketika Rasulullah SAW sedang berada di Gua Hira. Pada saat itu, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyampaikan perintah kepada Rasulullah SAW untuk membaca.
Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ١
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Ayat tersebut kemudian dilanjutkan hingga ayat kelima yang menjelaskan bahwa Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan pena.
Peristiwa turunnya wahyu pertama ini diceritakan dalam hadis Aisyah RA. Sebelum menerima wahyu, Rasulullah SAW senang berkhalwat di Gua Hira. Beliau melakukan ibadah dan mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat Makkah yang saat itu dipenuhi berbagai kemusyrikan. Hingga akhirnya, Malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama.
Turunnya ayat tersebut menjadi awal dari perjalanan kenabian Rasulullah SAW sekaligus awal diturunkannya Al-Qur’an. Dari sinilah Rasulullah SAW mulai menerima wahyu yang kemudian disampaikan kepada umatnya secara bertahap.
QS. Al-Muddatstsir dan Awal Perintah Berdakwah
Selain QS. Al-‘Alaq, terdapat hadis Jabir bin Abdullah RA yang menjelaskan turunnya QS. Al-Muddatstsir setelah masa terhentinya wahyu.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ١ قُمْ فَأَنْذِرْ ٢
“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan!”
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menceritakan bahwa setelah menerima wahyu, beliau mengalami masa terhentinya wahyu. Kemudian, Malaikat Jibril kembali datang dan menyampaikan ayat awal Surah Al-Muddatstsir.
Karena adanya dua riwayat tersebut, pembahasan wahyu pertama terkadang terlihat berbeda. Namun, keduanya dapat dipahami berdasarkan konteksnya. QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW, sedangkan QS. Al-Muddatstsir turun setelah masa terhentinya wahyu dan berisi perintah untuk bangkit memberikan peringatan.
Dengan demikian, Al-Muddatstsir memiliki kaitan erat dengan dimulainya tugas Rasulullah SAW untuk menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Kementerian Agama juga menjelaskan adanya perbedaan konteks dalam riwayat mengenai awal turunnya wahyu.
Surah Terakhir: QS. At-Taubah
Pembahasan mengenai surah terakhir yang diturunkan juga memiliki riwayat yang perlu diperhatikan. Dalam hadis Al-Bara’ bin ‘Azib RA disebutkan bahwa surah terakhir yang diturunkan adalah Bara’ah, yaitu nama lain dari Surah At-Taubah.
Dalam riwayat tersebut juga disebutkan bahwa ayat terakhir berkaitan dengan hukum kalalah dalam QS. An-Nisa ayat 176. Riwayat ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Namun, penting untuk membedakan antara surah terakhir yang diturunkan dan ayat terakhir yang diturunkan. Keduanya merupakan pembahasan yang berbeda. Para ulama juga memiliki beberapa pendapat mengenai ayat terakhir yang turun berdasarkan riwayat yang berbeda.
Salah satu pendapat menyebut QS. Al-Baqarah ayat 281 sebagai ayat terakhir yang turun. Ada pula riwayat yang berkaitan dengan ayat-ayat riba. Karena itu, ketika membahas ayat terakhir, sebaiknya tidak langsung menyebut satu ayat sebagai pendapat yang mutlak tanpa menjelaskan adanya perbedaan riwayat.
Mengenal Sejarah Turunnya Al-Qur’an
Mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an membantu kita memahami bahwa kitab suci ini diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW. Wahyu pertama yang dikenal adalah QS. Al-‘Alaq ayat 1-5, sedangkan QS. Al-Muddatstsir memiliki peran penting dalam awal perintah dakwah. Sementara itu, At-Taubah disebut sebagai surah terakhir dalam salah satu hadis yang menjadi dasar pembahasan tersebut.
Mempelajari sejarah turunnya Al-Qur’an juga dapat membuat kita semakin menghargai proses penyampaian wahyu kepada Rasulullah SAW. Setiap ayat yang dibaca hari ini merupakan bagian dari wahyu yang menjadi petunjuk bagi umat Islam.
Bagi kamu yang ingin memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an, SyariHub dapat menjadi salah satu pilihan untuk belajar mengaji secara privat bersama pengajar dengan waktu dan materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Yuk, terus belajar dan memperdalam Al-Qur’an bersama SyariHub!