Pernahkah Sobat SyariHub merasa semakin jarang menghubungi keluarga atau kerabat karena kesibukan? Hari-hari terasa begitu cepat berlalu. Pekerjaan, pendidikan, hingga berbagai aktivitas lainnya seringkali membuat kita menunda untuk sekedar bertanya kabar, hingga tanpa sadar hubungan yang dulu erat perlahan merenggang.
Padahal, dalam Islam, menjaga silaturahmi adalah amalan yang sangat dianjurkan. Bahkan, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa menyambung silaturahmi dapat menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki dan umur. Lalu, bagaimana cara menjaga silaturahmi di tengah kesibukan? Yuk, simak artikel ini sampai selesai, Sobat SyariHub!
Kedudukan Silaturahmi dalam Islam
Allah SWT berfirman dalam QS. Muhammad ayat 22:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوٓا۟ أَرْحَامَكُمْ
fa hal ‘asaitum in tawallaitum an tufsidû fil-ardli wa tuqaththi‘û ar-ḫâmakum
“Maka apakah sekiranya jika kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”
(QS. Muhammad 47: Ayat 22
Ayat ini menjadi teguran keras bagi siapa saja yang memutus hubungan kekeluargaan tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Memutus silaturahmi bahkan disandingkan dengan perbuatan kerusakan di muka bumi menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini di mata Allah SWT.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi motivasi tersendiri bagi umat Muslim. Menjaga silaturahmi bukan hanya soal menjaga perasaan orang lain, tapi juga membuka pintu keberkahan bagi diri sendiri, baik dalam bentuk rezeki yang lapang maupun umur yang dipenuhi keberkahan.
Dari ayat dan hadits tersebut, jelas bahwa silaturahmi bukan sekadar hubungan sosial biasa, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki banyak keutamaan sekaligus konsekuensi jika diabaikan.
Tips Menjaga Silaturahmi di Tengah Kesibukan
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Sobat SyariHub praktekkan agar silaturahmi tetap terjaga meski jadwal sedang padat:
- Luangkan waktu beberapa menit untuk menghubungi keluarga atau kerabat. Tidak perlu lama, cukup sekadar menanyakan kabar sudah cukup bermakna.
- Manfaatkan teknologi seperti telepon atau video call. Melihat wajah dan mendengar suara langsung sering kali terasa lebih hangat dibanding sekadar pesan teks.
- Jadwalkan pertemuan saat akhir pekan atau hari libur. Menyisihkan waktu khusus membantu memastikan silaturahmi tidak terus tertunda karena kesibukan.
- Sempatkan hadir dalam acara keluarga jika memungkinkan. Momen seperti ini biasanya jadi kesempatan terbaik untuk mempererat hubungan.
- Jangan ragu untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Terkadang kita menunggu dihubungi lebih dulu, padahal memulai duluan bisa jadi bentuk kebaikan tersendiri.
Menjaga silaturahmi tidak harus selalu dengan pertemuan yang panjang. Terkadang, sebuah pesan singkat berisi “Apa kabar?” sudah cukup membuat seseorang merasa diperhatikan dan tidak dilupakan.
Penutup
Kesibukan memang tidak bisa dihindari, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi. Mulailah dari langkah kecil hari ini dengan menghubungi orang tua, saudara, atau kerabat yang sudah lama tidak Sobat sapa.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama. Temukan juga berbagai artikel Muamalah lainnya di SyariHub untuk menambah wawasan dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.