5 Keutamaan Membaca Surat Ar-Rahman

5 Keutamaan Membaca Surat Ar-Rahman

Setiap surat yang terdapat dalam Al-Qur’an tentu memiliki keutamaan yang membuat hati menjadi lebih tenang sekaligus memperkuat iman. Termasuk, membaca surat Ar-Rahman yang terdiri dari 78 ayat dan berisi pemberitahuan tentang nikmat Allah yang mengagumkan. Bahkan, salah satu penggalan ayat dari surat ini, ada yang diulang hingga 31 kali karena memiliki makna yang sangat hebat. Ayat tersebut berbunyi :

“Fa bi ayyi ala`i rabbikuma tukazziban”

Artinya :
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Berikut ini 5 keutamaan membaca surat Ar-Rahman :

  1. Mendapatkan rida Allah SWT

Secara ringkas, isi dari penjabaran surat Ar-Rahman menjelaskan tentang segala nikmat Allah SWT yang berlimpah pada makhluk-Nya. Selain itu, dalam tafsir Ats Tsaqolayn, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridai nikmat yang dikaruniakan kepadanya.”

Oleh karena itu, rutin membaca Ar-Rahman bermandaat untuk meningkatkan kita agar selalu memiliki sifat yang penuh kasih sayang kepada Allah dan MAhkluk-Nya.

  1. Mendapatkan syafaat di hari kiamat

Bagi seseorang yang selalu membaca surat Ar-Rahman, ketika bangun malam atau setelah salat, Allah juga akan membuatmu berjumpa dengannya di hari kiamat dengan wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum.

  1. Meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT

Pengulangan ayat fa bi ayyai ala i rabbikuma tukazziban yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”, tentu menjadi pengingat diri bahwa ada banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan.

Di antaranya, terdapat dalam penggalan ayat ketiga, yakni “telah menciptakan manusia”. Jika kita membaca dengan sepenuh hati, kita tak akan lagi mengkufuri nikmat karena hidup kita adalah berkat Allah.

  1. Mengingatkan kita bahwa ada makhluk selain manusia yang beribadah kepada Allah SWT

Pada dasarnya, makhluk ciptaan Allah SWT bukan hanya manusia, hewan, dan tumbuhan saja. Sebab, ada juga jin dan alam yang tidak tampak secara fisik.

Dalam hadis, Nabi Muhammad mengajarkan kepada sahabatnya, bagaimana caranya memikirkan dan merenungkan Al-Qur’an ketika mereka mendengar suatu ayat di dalamnya yang mengandung pertanyaan. Al Thibbi berkata, diamnya sahabat yang mendengar bacaan Nabi sama dengan jawaban yang baik.

Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Ibnu Al Malik yang berkata, diamnya mereka kedudukannya sama dengan pengakuan mereka bahwa dari bangsa jin dan manusia ada yang mendustakan ayat-ayat Allah. Namun, dari bangsa jin menyangkal adanya pendustaan mereka terhadap Allah.

  1. Matinya orang yang membaca surat Ar-Rahman seperti syahid

Dalam Tsawabul A’mal, dijelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Barang siapa membaca Ar-Rahman dan ketika membaca kalimat fabiayyi aala’i Robbikuma tukadzibaan, kemudian jika dia mengucapkan: tidak ada satu pun nikmat-Mu dari Tuhanku yang aku dustakan, maka jika membacanya di malam hari kemudian mati, maka matinya seperti mati syahid, jika membacanya di siang hari kemudian ia mati, maka matinya seperti mati syahid.” (diriwayatkan oleh Imam Ja’far).

Hadis di atas sangat jelas sekali bahwa surat Ar-Rahman membuat pembacanya mati seolah syahid. Hadis tersebut juga mengingatkan kita untuk membaca Ar Rahman dalam dua waktu, yaitu siang dan malam.

Di kondisi yang serba canggih seperti saat ini, tidak menutup kemungkinan untuk tetap belajar mengaji. Kini, tersedia belajar mengaji Al-Qur’an secara online dengan guru bersertifikat.  Seperti yang kita tahu bahwa membaca Al-Quran tentunya memiliki banyak keutamaan. Tentunya dengan membaca Al-Qur’an dengan tartil akan membawa keutamaan lebih bagi kita, lantaran seperti yang telah disampaikan diawal, bahwasanya kita diperintahkan untuk bukan hanya sekadar membacanya saja, tetapi mempelajarinya, mengamalkannya serta mengajarkannya.


 

Sumber :

https://www.idntimes.com/life/inspiration/muhammad-tarmizi-murdianto/keutamaan-membaca-surat-ar-rahman/5

Penulis : Prilistia Putri Pratama Priyambada